Sunday, 15 June 2014

Prabowo Bertepuk Tangan untuk Jokowi, Dua Kali
Senin, 16 Juni 2014 | 01:49
Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan capres nomor urut 2 Joko Widodo (kiri) saat debat calon presiden yang diselenggarakan KPU di Hotel Grand Melia, Jakarta, Minggu (15/6).
Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto dua kali bertepuk tangan atas paparan yang disampaikan Capres Joko Widodo ketika menjawab pertanyaan yang diajukan Prabowo soal Asean Economy Community yang akan dilaksanakan tahun depan.
Menjawab pertanyaan Prabowo soal itu, Jokowi mengatakan bahwa perjanjian soal Asean Community itu adalah fakta yang harus dihadapi, dan tahun depan sudah di depan mata. Jokowi sendiri merasa Indonesia bisa merasa percaya diri karena ekonomi tumbuh baik bersama dengan enterpreneurship(kewirausahaan).
"Cuma kita harap Pemerintah mendorong agar mereka masuk ke pasar negara lain dulu. Kedua, pasar domestik kita dijaga agar tak dimasuki produk asing dulu," kata Jokowi di debat capres, Minggu (15/10).
Caranya, kata Jokowi, misalnya soal perizinan, kecepatan diberikan pada investor lokal.
"Kalau yang dari luar sedikit disulitkan. Semua negara melakukan itu. Barang mau masuk, dilakukan barrier (hambatan dagang), walau secara formal tak perlu diakui," ujarnya.
"Ke depan, ada pembangunan kualitas manusia. Itu yang akan menentukan kita menang di pasar internasional."
Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo turut bertepuk tangan bersama hadirin yang menonton langsung debat itu.
Tak lama kemudian, Prabowo menanggapi Jokowi. Dia bertanya, bagaimana Jokowi menanggapi tuntutan perusahaan luar negeri yang ingin membuka cabang bank di kabupaten di Indonesia. Atau desakan agar Indonesia membuka wilayah udara agar maskapai penerbangan Asean bebas terbang di kota-kota di Indonesia.
Menjawab itu, Jokowi menegaskan bahwa kuncinya adalah di Pemerintah, yang harus membuat barrier sehingga pihak asing tak mudah masuk ke Indonesia walau tak bisa dilarang.
"Misal soal perbankan, saya kira BI punya regulasi yang bisa memberi barrier itu supaya tak gampang masuk. Karena kita juga kalau mau mendirikan cabang bank kita di negara tetangga, kita kesulitan sekali. Saya dengar langsung dari bankir. Jadi harus jelas supaya hambatan ada. Kita terbuka, tapi secara tertutup hambatan harus mulai dibangun," jelas Jokowi.
Dia menegaskan kebijakan utama Jokowi-JK menghadapi isu itu adalah melindungi perekonomian nasional yang terkait dengan rakyat.
"Tak bisa kita hanya asal membuka ruang udara kita. Intinya jangan sampai membuka ruang investasi terbuka sekali bagi mereka (asing)," tambah Jokowi.
Dan untuk kali kedua, Prabowo pun kembali bertepuk tangan bersama para hadirin.
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/HA
 

No comments:

Post a Comment